<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>kioswikan</title>
	<atom:link href="http://kioswikan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kioswikan.wordpress.com</link>
	<description>Jika artikel tidak ditemukan disini, silahkan buka http://kioswikan.blogspot.com</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Dec 2011 00:51:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kioswikan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>kioswikan</title>
		<link>http://kioswikan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kioswikan.wordpress.com/osd.xml" title="kioswikan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kioswikan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Vasektomi</title>
		<link>http://kioswikan.wordpress.com/2011/11/09/vasektomi/</link>
		<comments>http://kioswikan.wordpress.com/2011/11/09/vasektomi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 06:05:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kioswikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Infertilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bag]]></category>
		<category><![CDATA[deferens]]></category>
		<category><![CDATA[grading]]></category>
		<category><![CDATA[mandul]]></category>
		<category><![CDATA[of]]></category>
		<category><![CDATA[pampiniformis]]></category>
		<category><![CDATA[valsava]]></category>
		<category><![CDATA[vas]]></category>
		<category><![CDATA[vasektomi]]></category>
		<category><![CDATA[worm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kioswikan.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Adalah suatu tindakan memotong vas deferens. Hal ini merupakan salah satu metode kontrasepsi mantap pria. Dengan memotong vas deferens diharapkan &#8230;<p><a href="http://kioswikan.wordpress.com/2011/11/09/vasektomi/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=290&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Adalah suatu tindakan memotong vas deferens. Hal ini merupakan salah satu metode kontrasepsi mantap pria. Dengan memotong vas deferens diharapkan sperma tidak dapat mengalir. Perlu ditekankan bahwa tindakan ini adalah tindakan untuk kontrasepsi pria secara permanen, meskipun dapat dilakukan penyambungan ulang.</p>
<p style="text-align:justify;">Tindakan operasi ini umumnya dilakukan dengan bius lokal, meskipun demikian dapat juga dilakukan dengan bius umum jika dikehendaki oleh pasien setelah mendengarkan untung ruginya. Pasien dapat segera pulang setelah tindakan, sehingga tindakan ini dapat dilakukan dengan rawat jalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Terdapat banyak cara operasi ini, tetapi tehnik yang akhir-akhir ini berkembang adalah vasektomi tanpa pisau. Pasien diposisikan terlentang dan kemudian dilakukan pembiusan lokal di kulit kantong buah pelir. Kedua vas deferens dipotong dan diikat.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah tindakan ini pasien akan diberikan antibiotik dan anti nyeri untuk sekitar 7 hari. Luka sekitar 1cm, satu buah dan akan sembuh dalam waktu sekitar 4 hari. Selama masa penyembuhan itu disarankan pasien sedikit mengurangi aktifitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal hal yang dapat terjadi antara lain:</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>Infeksi, meskipun dilakukan dengan cara yang steril masih mungkin terjadi infeksi, oleh karena itu diberikan antibiotik. Luka ditutup dengan pembalut luka tensoplast<sup>®</sup> atau handiplast<sup>®</sup> atau merk lain dan diganti jika basah.</li>
<li>pendarahan dan bengkak pada buah pelir umumnya tidak terjadi karena luka sangat kecil.</li>
<li>nyeri, oleh karena itu diberikan antibiotik. Pernah dilaporkan adanya nyeri setelah operasi meskipun luka telah sembuh.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Setelah terjadi penyembuhan, pasien jika berhubungan suami istri disarankan untuk memakai kondom selama 12 kali hubungan karena sperma masih ada di sebelah ujung dari potongan di vas deferens. Setelah itu disarankan untuk melakukan analisis semen. Jika didapatkan adanya spematozoa maka tindakan vasektomi harus diulang. Vasektomi dikatakan berhasil jika tidak terdapat adanya spermatozoa (sel benih) pada sperma yang dimuntahkan saat berhubungan suami istri.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dimasa datang pasien kembali menginginkan anak maka dapat dilakukan penyambungan vas deferens meskipun hal ini sangat sulit. Penyambungan vas deferens atau sering disebut vasektomi reversal merupakan tindakan operasi yang dapat dilakukan oleh seorang urolog. Operasi ini sulit dan memakan banyak biaya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kioswikan.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kioswikan.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kioswikan.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kioswikan.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kioswikan.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kioswikan.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kioswikan.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kioswikan.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kioswikan.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kioswikan.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kioswikan.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kioswikan.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kioswikan.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kioswikan.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=290&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kioswikan.wordpress.com/2011/11/09/vasektomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ef128d270cbde392ede7d7ceac3b563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kioswikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Varikokel</title>
		<link>http://kioswikan.wordpress.com/2011/11/07/varikokel/</link>
		<comments>http://kioswikan.wordpress.com/2011/11/07/varikokel/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 02:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kioswikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Infertilitas]]></category>
		<category><![CDATA[arteri]]></category>
		<category><![CDATA[grade]]></category>
		<category><![CDATA[pampiniformis]]></category>
		<category><![CDATA[pleksus]]></category>
		<category><![CDATA[renalis]]></category>
		<category><![CDATA[varicocele]]></category>
		<category><![CDATA[varikokel]]></category>
		<category><![CDATA[varikosel\]]></category>
		<category><![CDATA[vena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kioswikan.wordpress.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Adalah suatu keadaan dimana terjadi pelebaran anyaman pembuluh darah vena disekitar buah pelir (pleksus venosus pampiniformis). Secara sederhana, kita dapat &#8230;<p><a href="http://kioswikan.wordpress.com/2011/11/07/varikokel/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=284&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Adalah suatu keadaan dimana terjadi pelebaran anyaman pembuluh darah vena disekitar buah pelir (pleksus venosus pampiniformis). Secara sederhana, kita dapat mengumpamakan pembuluh darah sebagai selang karet. Seandainya aliran selang tersebut lancar, maka selang tidak akan melendung, memanjang dan berkelok. Demikian juga yang terjadi pada pembuluh darah manusia. Aliran yang terhambat di ujung akan menyebabkan tekanan didalam selang akan meningkat. Tekanan dalam pembuluh darah yang meningkat akan berakibat vena melendung serta memanjangnya. Meskipun demikian kualitas vena juga sangat berpengaruh. Jika kualitas pembuluh darah kurang baik, dapat menjadi melendung, memanjang dan berkelok. Gangguan aliran pembuluh darah dapat terjadi oleh karena berbagai sebab, misalnya adanya tumor yang mendesak pembuluh darah dari luar, batuk-batuk yang berkepanjangan, ataupun aliran balik menuju jantung yang kurang baik. Sedangkan kualitas pembuluh darah yang kurang baik misalnya akibat katub vena yang kurang baik (pembuluh darah vena memiliki katub-katub kecil disepanjang vena).</p>
<p style="text-align:justify;">Varikokel pada umumnya lebih sering terjadi pada sisi kiri. Hal ini dikarenakan vena (pleksus venosus pampiniformis) dari sisi kiri akan mengosongkan darah melalui vena renalis. Hal ini menyebabkan jarak yang harus ditempuh menjadi relatif panjang dibanding sisi kanan. Secara mudahnya, darah dari sisi kiri harus melalui pleksus venosus pampinivormis, kemudian menuju vena spermatika interna, vena renalis dan akhirnya ke vena cava inferior. Sedang sisi kanan, pleksus venosus pampiniformis, vena spermatika interna dan akhirnya ke vena cava inferior. Selain itu mengapa sisi kiri lebih sering dibanding sisi kanan adalah sudut bersatunya vena spermatika interna ke vena renalis lebih tegak, sehingga tekanan yang diteruskan kebawah lebih besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sering kita mendengar bahwa seseorang dinyatakan sakit varikokel oleh dokter dari institusi ***/**** atau ****** padahal dia merasa sehat. Secara mudah kita dapat melakukan test. Seseorang dikatakan varikokel jika kita melihat dan/atau meraba pelebaran pembuluh darah vena di sekitar testis. Pelebaran tersebut akan tampak sebagai sekantung cacing atau a bag of worm dalam bahasa aslinya. Untuk memunculkan gambaran tersebut dapat dengan mengejan ataupun hanya berdiri saja. Hal ini sesuai tingkatan, semakin parah akan semakin tampak meskipun tidak mengejan.</p>
<p style="text-align:justify;">Klasifikasi:</p>
<p style="text-align:justify;">subklinis: hanya tampak dengan Doppler ultrasound</p>
<p style="text-align:justify;">Grade 1: palpable saat Valsalva manuver</p>
<p style="text-align:justify;">Grade 2: palpable saat istirahat tapi tak tampak</p>
<p style="text-align:justify;">Grade 3: terlihat dan palpabel saat istirahat</p>
<p style="text-align:justify;">Valsava Manuver dalam bahasa sederhananya adalah mengejan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengapa varikokel perlu dilakukan terapi?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini karena varikokel terjadi pada 11% pria dewasa dan menyebabkan 40% kemandulan. Selain ini ternyata penyakit ini diderita oleh 25% pria dengan abnormalitas analisis semen. Secara mudahnya, seseorang yang menerita varikokel memiliki kemungkinan terjadi kemandulan yang relatif besar. Hal ini terjadi karena varikokel akan menyebabkan suhu buah pelir menjadi lebih hanyat dari seharusnya. (untuk dapat terjadi pembentukan sperma yang normal diperlukan suhu lebih rendah dari suhu tubuh, buah pelir lebih dingin 2 derajad Celcius dari suhu tubuh). Selain itu limbah dari ginjal dapat mengalir ke buah pelir, dan radikal bebas di buah pelir menjadi tinggi konsentrasinya dibanding seharusnya. Keluhan nyeri/ tak nyaman pada 2-10% pasien yang menderita varikokel.</p>
<p style="text-align:justify;">Terdapat banyak pilihan terapi dengan kelebihan dan kekurangannya:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="103"><strong>Treatment             </strong></td>
<td valign="top" width="96"><strong>Recurrence/persistence</strong></td>
<td valign="top" width="391"><strong>Complication rates</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="103">Antegrade sclerotherapy</td>
<td valign="top" width="96">9%</td>
<td valign="top" width="391">Complication rate 0.3-2.2%; testicular atrophy; scrotal haematoma; epididymitis; left-flank erythema</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="103">Retrograde sclerotherapy</td>
<td valign="top" width="96">9.8%</td>
<td valign="top" width="391">Adverse reaction to contrast medium; flank pain; persistent thrombophlebitis; vascular perforation</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="103">Retrograde embolisation</td>
<td valign="top" width="96">3.8-10%</td>
<td valign="top" width="391">            Pain due to thrombophlebitis; bleeding haematoma; infection; venous perforation; hydrocele; radiological complication (e.g. reaction to contrast media); misplacement or migration of coils; retroperitoneal haemorrhage; fibrosis; ureteric obstruction</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" valign="top" width="590"><strong>Open operation</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="103">Scrotal operation</td>
<td valign="top" width="96">–</td>
<td valign="top" width="391">Testicular atrophy; arterial damage with risk of devascularisation and gangrene of testicle.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="103">High ligation</td>
<td valign="top" width="96">29%</td>
<td valign="top" width="391">5-10% incidence of hydrocele</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="103">Microsurgical</td>
<td valign="top" width="96">0.8-4%</td>
<td valign="top" width="391">Post-operative hydrocele arterial injury; scrotal haematoma.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="103">Laparoscopy</td>
<td valign="top" width="96">3-7%</td>
<td valign="top" width="391">Injury to testicular artery and lymph vessels; intestinal, vascular and nerve damage; pulmonary embolism; peritonitis ; bleeding; post-operative pain in right shoulder (due to diaphragmatic stretching during pneumo-peritoneum); pneumo-scrotum; wound infection</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="103">Inguinal approach</td>
<td valign="top" width="96">13.3%</td>
<td valign="top" width="391">Possibility of missing out a branch of testicular vein.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Dari</p>
<p style="text-align:justify;">Oxford Handbook of Urology, John R, Simon B, Suzane B, 2006</p>
<p style="text-align:justify;">European Association of Urology Guideline 2010 dan 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kioswikan.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kioswikan.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kioswikan.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kioswikan.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kioswikan.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kioswikan.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kioswikan.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kioswikan.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kioswikan.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kioswikan.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kioswikan.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kioswikan.wordpress.com/284/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kioswikan.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kioswikan.wordpress.com/284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=284&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kioswikan.wordpress.com/2011/11/07/varikokel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ef128d270cbde392ede7d7ceac3b563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kioswikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setelah TURP</title>
		<link>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/27/setelah-turp/</link>
		<comments>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/27/setelah-turp/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 04:25:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kioswikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[BPH]]></category>
		<category><![CDATA[chalange]]></category>
		<category><![CDATA[kadar]]></category>
		<category><![CDATA[kalium]]></category>
		<category><![CDATA[menit]]></category>
		<category><![CDATA[natrium]]></category>
		<category><![CDATA[pasca]]></category>
		<category><![CDATA[per]]></category>
		<category><![CDATA[setelah]]></category>
		<category><![CDATA[tetes]]></category>
		<category><![CDATA[TURP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kioswikan.wordpress.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Setelah operasi TURP atau pengerokan prostat dapat terjadi beberapa komplikasi. Untuk mengamati dan jika perlu dilakukan penanganan komplikasi maka perlu &#8230;<p><a href="http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/27/setelah-turp/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=277&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setelah operasi TURP atau pengerokan prostat dapat terjadi beberapa komplikasi. Untuk mengamati dan jika perlu dilakukan penanganan komplikasi maka perlu perawatan khusus. Segera setelah TURP pasien ditampatkan di ruang khusus dengan pengawasan ketat (sering disebut RR atau ruang resusitasi).</p>
<p style="text-align:justify;">Hal-hal yang terus dimonitor dalam ruangan ini antara lain tekanan darah, nadi, respirasi, kesadaran, keluhan mual muntah dan gangguan pandangan.Selain itu perlu diamati produksi kateter dan rasa nyeri di perut.</p>
<p style="text-align:justify;">Tekanan darah diusahakan dalam kisaran normal. Tekanan darah yang terlalu tinggi (sistole diatas 150mmHg) akan menyebabkan pembuluh darah terbuka sehingga pendarahan setelah operasi akan berlanjut. Hal ini akan ditandai dengan kateter yang merah pekat. Jika keadaan berlanjut akan berakhir dengan shock dan kematian. tekanan darah yang rendah (sistole kurang dari 80mmHg) akan berakibat perfusi jaringan tidak baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Frekuensi nadi yang tinggi mungkin menrupakan tanda rasa nyeri yang tidak tertangani dengan analgetik (analgetik kurang adekuat) atau kompensasi akibat volume intravaskularyang kurang (akibat pendarahan). Untuk membedakan kedua hal tersebut dapat dilakukan dengan bertanya kepada pasien apakah terasa nyeri, memberikan infus 400cc NaCl 0,9% (sebagai chalange test). Jika nadi turun setelah chalange test maka peningkatan frekuensi nadi karena kekurangan volume intra vasa dan memerlukan resusitasi. Jika tetap tinggi mungkin diperlukan peningkatan analgetik.</p>
<p style="text-align:justify;">Suhu tubuh harus dijaga dalam keadaan hangat dengan warmer blanket ataupun selimut tebal. Suhu ruangan yang dingin akan mengakibatkan pasien hipotermi dan sebagai respon metabolisme akan ditingkatkan oleh tubuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Monitor kesadaran, mual muntah dan gangguan pandangan yang tergangu mungkin karena ketidakseimbangan elektrolit, umumnya karena kadar natrium yang rendah. Jika volume intravaskular yakin baik, dapat diberikan furosemide intravenous bolus. Dengan pemberian diuretik ini diharapkan terjadi diuresis/kencing. Produksi kencing akan mengurangi volume intravaskular, tetapi elektrolit natrium relatif tidak ikut kedalam kencing. Sehingga kadar natrium akan naik (natrium tetap tetapi jumlah pelarut berkurang maka kadar akan naik). Koreksi selanjutnya dilakukan setelah hasil laboratorium ada. Gangguan pandangan umumnya bersifat sementara, meskipun demikian kondisi ini jarang terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasa nyeri di perut dapat bermakna adanya jendalan darah yang banyak di kandung kencing, sumbatan kateter, berlubangnya kandung kencing akibat operasi atau analgetik yang tidak adekuat. Jendalan darah yang banyak dapat menyebabkan nyeri jika jendalan sangat banyak sehingga kandung kencing sangat teregang. Nyeri karena sumbatan kateter karena cairan irigasi dari penampung tetap menetes sedangkan aliran kateter kebawah tak lancar, sehingga kandung kencing melendung. Kita akan curiga sumbatan kateter dan clot/jendalan darah berkumpul di kandung kencing jika kandung kencing teraba penuh (daerah suprapubik melendung dan mengeras). Untuk kedua masalah ini dapat diselesaikan dengan spooling dengan NaCl 0,9%. Kandung kencing berlubang dicurigai saat terasa nyeri yang menjalar hingga ke pundak (bahu), dan saat kateter disumbat dengan irigasi tetap dijalankan kandung kencing tidak penuh. Adekuat tidaknya analgetik dapat diketahui dari keluhan pasien dan frekuensi nadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Di ruang tersebut akan dialakukan pengambilan darah. Sampel darah sekitar 3 cc akan segera dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan kadar hemoglobin darah serta natrium dan kalium serum. Lama pemeriksaan elektrolit tersebut sekitar 1jam 45 menit, dan untuk hemoglobin/darah rutin selama 45 menit.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika secara klinis diketahui adanya penurunan kadar hemoglobin yang berat, misalnya saat operasi terjadi pendarahan yang hebat atau saat di ruang resusitasi kateter merah pekat terus maka dapat dilakukan transfusi dengan PRC (packed red cell).</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah diketahui kadar hemoglobin dan elektrolit segera lakukan koreksi jika diperlukan. Koreksi Hemoglobin mulai dilakukan jika kadar hemoglobin dibawah 10gr%. Kadar natrium serum dibawah 120mEq/L segera lakukan koraksi cepat dengan natrium 3%intravena, 120 hingga 130mEq/L lakukan koreksi lambat intravena dengan NaCl 0,9%. Diatas 130 mEq/L lakukan koreksi dengan kapsul garam.</p>
<p style="text-align:justify;">Irigasi setelah TURP menggunakan cairan NaCl 0,9% atau sterilized water for irrigation. Kedua jenis cairan ini lazim digunakan di Indonesia.Setiap rumah sakit memiliki keputusan tersendiri. Kedua jenis cairan ini aman dan sudah terdapt penelitian yang mengungkapkannya. Di luar negri mungkin terdapat cairan lain seperti glisin, cytal ataupun lainnya tetapi cairan tersebut tidak masuk pasaran Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Jumlah tetesan cairan irigasi untuk hari setelah operasi biasanya guyur. Hari pertama sekitar 60 tetes permenit. Hari kedua sekitar 40 tetes permenit. Hari ketiga intermiten. Meskipun demikian tetesan dapat bebrbeda antar pasien disesuaikan kondisi pasien.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kioswikan.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kioswikan.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kioswikan.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kioswikan.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kioswikan.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kioswikan.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kioswikan.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kioswikan.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kioswikan.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kioswikan.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kioswikan.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kioswikan.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kioswikan.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kioswikan.wordpress.com/277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=277&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/27/setelah-turp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ef128d270cbde392ede7d7ceac3b563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kioswikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Uretritis</title>
		<link>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/20/uretritis/</link>
		<comments>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/20/uretritis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 04:17:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kioswikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Infertilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cystitis]]></category>
		<category><![CDATA[discharge]]></category>
		<category><![CDATA[honeymoon]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi]]></category>
		<category><![CDATA[kencing]]></category>
		<category><![CDATA[saluran]]></category>
		<category><![CDATA[uretritis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kioswikan.wordpress.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Infeksi saluran kencing akhir akhir ini sangat sering dijumpai di poliklinik. Mayoritas pasien adalah pasien usia produktif. Infeksi saluran kencing &#8230;<p><a href="http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/20/uretritis/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=271&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Infeksi saluran kencing akhir akhir ini sangat sering dijumpai di poliklinik. Mayoritas pasien adalah pasien usia produktif. Infeksi saluran kencing yang sering disingkat ISK adalah respon inflamatorik dari saluran kencing oleh karena mikroorganisme, baik  bakteri, virus ataupun jamur. Istilah ISK mencakup infeksi pada ginjal, saluran kencing dibawah ginjal (ureter), kandung kencing, buah pelir, prostat dan alat kelamin. Oleh karena cakupan penyakit yang sangat luas maka gejala yang dirasakan juga sangat variatif.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk saat ini akan kami bicarakan adalah uretritis. Uretritis adalah radang pada uretra. Dalam bahasa awam infeksi saluran kencing yang di penis ataupun saluran dan lubang kencing wanita.</p>
<p style="text-align:justify;">Keluhan utama dari pasien ini antara lain rasa nyeri yang sangat pada daerah alat kelamin. Rasa nyeri ini biasa dirasakan di ujung penis atau pangkal penis pada laki laki dan nyeri pada alat kelamin pada wanita. Selain itu sering juga dikeluhkan adanya cairan/nanah yang keluar dari alat kelamin. Cairan yang keluar dapat berupa cairan bening hingga kuning kental tergantung jenis kuman penyebabnya. Cairan yang jernih biasanya karena infeksi klamidia dan cairan yang kuning dan banyak biasa pada gonorhoe (wujudnya purulent).</p>
<p style="text-align:justify;">Selain rasa nyeri dan keluarnya cairan penderita biasa menderita demam. Demam dapat demam tinggi ataupun “nglemeng” saja. Pada pasien dengan kekebalan tubuh yang rendah (pasien HIV/AIDS, dalam terapi kortikosteroid, kanker ataupun kurag gizi) sering tidak dijumpai adanya demam. Demam muncul sebagai respon tubuh terhadap infeksi. Kuman penyakit yang masuk kedalam tubuh akan dibasmi oleh sel kekebalan tubuh. Kuman penyakit, racun kuman penyakit dan sisa kuman dapat mengakibatkan demam.</p>
<p style="text-align:justify;">Kuman penyakit menginfeksi uretra dapat berasal dari:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Hematogen. Dikatakan hematogen jika infeksi disebarkan ke uretra melalui perdaran darah. Contohnya pada pasien TBC paru paru, kuman M.tuberculosa ikut aliran darah dan akhirnya menginfeksi jaringan yang jauh dari paru par, dalam hal ini uretra. Kejadian infeksi cara ini sangat jarang (bahkan belum pernah saya temui di poliklinik). Infeksi cara ini pada saluran kencing kadang dijumpai pada infeksi ginjal, buah pelir dan prostat, hal ini karena ginjal, buah pelir dan apex (ujung) prostat memiliki aliran darah yang relative lebih banyak sehingga kemungkinannya lebih besar. Sedangkan bagian lain relative jarang.</li>
<li>Percontinuitatum, jika kuman infeksi  berasal dari jaringan sekitar uretra dan meluas ke uretra. Contohnya pada infeksi di kulub (preputium penis) dan menyebar ke uretra.</li>
<li>Ascenden, jika kuman naik dari ujung penis ke tengah/pangkal penis. Kejadian infeksi dengan cara ini sangat sering. Contoh kejadian infeksi ini adalah karena berhubungan seksual dengan orang yang menderita sakit/infeksi saluran kencing sehingga tertular.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sedikit pembeda antara percontinuitatum dan ascenden adalah jika ascenden maka jaringan di sekitar uretra belum tentu terinfeksi. Sedangkan pada perkontinuitatum jaringan sekitar uretra terinfeksi dan baru menyebar ke uretra.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ada pertanyaan</strong>: Pasien A: dokter saya berhubungan dengan pacar saya yang sehat/ tidak terinfeksi saluran kencing kok saya jadi infeksi saluran kencing ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Sering kita jumpai seseorang yang sebetulnya terinfeksi oleh suatu kuman penyakit tetapi tidak menunjukkan gejala. Hal ini mungkin karena orang tersebut memiliki kekebalan tubuh yang baik ataupun sel orang tersebut “<em>lain</em>”. Untuk dapat terjadi infeksi, kuman penyakit harus menempel pada sel tubuh manusia. Untuk menempel diperlukan permukaan tertentu dari kuman dan reseptor yang khas pada sel manusia. Jika reseptor di permukaan sel manusia tidak cocok, maka seberapapun banyaknya kuman yang masuk tidak akan menyebabkan infeksi. Seandainya kuman penyakit menempel ke sel yang memiliki reseptor yang sesuai (pasien A) maka dia akan terinfeksi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ada pertanyaan</strong>: Pasien B: dokter saya baru menikah. Isteri saya masih gadis. Tetapi setelah melakukan hubungan kok saya jadi ISK ya? Apakah isteri saya sebetulnya “sudah pernah”?</p>
<p style="text-align:justify;">Struktur alat kelamin pria dan wanita sangat berbeda. Uretra laki laki panjang (oleh karena berada di ujung penis). Sedangakan uretra wanita pendek (langsung terbuka didekat vagina). Oleh karena vagina dan uretra langsung terbuka di dekat anus, terdapat kemungkinan kuman dari anus menyebar ke uretra dan vagina. Hal ini sangat mudah terjadi apalagi jika saat cebok air terciprat ke vagina atau air dari anus menyiram vagina.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ada pertanyaan</strong>: Pasien C: dokter saya baru saja menikah. Saya hanya berhubungan dengan suami saya dan sangat aktif. Tetapi kok saya merasa sering anyang-anyangen sekarang?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam istilah medis dikatakan <em>honeymoon cystitis</em>. Hal ini karena terlalu aktif dan kebersihan saat melakukan yang kurang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengobatan untuk uretritis bacterial terutama antibiotic dan analgetik. Untuk uretritis jamur digunakan antifungal. Dan jika karena virus umumnya dilakukan pemberian terapi suportif dan simptomatik.</p>
<p style="text-align:justify;">Terapi suportif yang dapat dilakukan adalah banyak minum. Dengan banyak minum diharapkan produksi urine meningkat. Dengan urine yang banyak maka kuman akan terbasuh keluar (dalam bahasa medis flushing).</p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang sangat perlu diperhatikan pada pasien uretritis:</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Terapi harus benar-benar tuntas. Oleh karena jika tidak tuntas biasanya akan kambuh lagi. Kuman akan menjadi kebal terhadap antibiotic. Jika antibiotik  yang diberikan tidak mempan harus diganti dengan antibiotic jenis lain. Jika infeksi karena jamur berikanlah antifungal, karena jika diberikan antibiotic tidak akan membaik, bahkan jamur akan menjadi. Lama pemberian terapi sangat variatif antar pasien, tetapi harus yakin benar benar bersih.</li>
<li style="text-align:justify;">Obatilah pasangan anda. Dalam bahasa kedokteran sering dikatakan “<em>pingpong transmission</em>” pada pasien ISK. Maksudnya: jika laki laki ISK dan selesai diterapi sedang wanita tidak diterapi maka setelah berhubungan akan tertular lagi.</li>
<li>Setelah ISK pasien mungkin akan mengalami
<ol>
<li style="text-align:justify;">striktur uretra (penyempitan saluran kencing). Jika parah dapat terjadi tidak dapat kencing (retensi urine). Terjadinya striktur uretra biasanya terjadi setelah 15 tahun setelah infeksi. Meskipun demikian jika infeksi berat maka striktur dapat terjadi beberapa tahun saja setelah infeksi.</li>
<li style="text-align:justify;">Kemandulan (infertilitas), hal ini karena saluran benih tersumbat akibat dari infeksi tersebut. Jika saluran benih pria tersumbat, agar dapat memiliki anak harus dengan bantuan medis, dapat menghubungi Dokter Urologi untuk terapinya.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kioswikan.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kioswikan.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kioswikan.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kioswikan.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kioswikan.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kioswikan.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kioswikan.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kioswikan.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kioswikan.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kioswikan.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kioswikan.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kioswikan.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kioswikan.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kioswikan.wordpress.com/271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=271&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/20/uretritis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ef128d270cbde392ede7d7ceac3b563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kioswikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memperbesar Penis</title>
		<link>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/20/memperbesar-penis/</link>
		<comments>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/20/memperbesar-penis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 04:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kioswikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Infertilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[besar]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[medik]]></category>
		<category><![CDATA[medis]]></category>
		<category><![CDATA[memperbesar penis]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<category><![CDATA[silikon]]></category>
		<category><![CDATA[suntik]]></category>
		<category><![CDATA[suplementasi]]></category>
		<category><![CDATA[testosteron]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kioswikan.wordpress.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Memperbesar penis atau dalam bahasa popular sebagai penis enlargement. Oleh orang awam usaha ini bertujuan untuk kepentingan seksual ataupun kosmetik. &#8230;<p><a href="http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/20/memperbesar-penis/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=267&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Memperbesar penis atau dalam bahasa popular sebagai penis enlargement. Oleh orang awam usaha ini bertujuan untuk kepentingan seksual ataupun kosmetik. Pandangan ini tidak sepenuhnya salah dipandang dari sisi medis.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sudut pandang medis tindakan memperbesar penis dapat dilakukan dengan cara hormonal dan kadang oleh beberapa dokter dilakukan dengan cara operasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain oleh tenaga medis, banyak tabib, dukun, sinsei ataupun yang lainnya berusaha melakukan tindakan ini. Secara tradisional dapat digunakan beberapa tumbuhan dan kemudian di lumurkan ke ujung penis. Untuk alasan etika tumbuhan dan tata cara tidak kami sebutkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sering kita jumpai cara memperbesar penis dengan menyuntikkan minyak rambut merk tertentu yang dicampur minyak kelapa. Campuran ini kemudian disuntikkan dibawah kulit penis. Semakin banyak suntikan biasanya semakin besar. Biasanya tidak mengenai corpus cavernosum penis. Semakin lama (beberapa bulan) penis akan terus membesar dan keras. Bahkan tidak pernah melunak lagi. Proses yang terjadi jika kita melihat dengan mikroskop adalah sebagai berikut: campuran tersebut mengakibatkan proses radang yang merangsang pembentukan jaringan parut (fibrous). Sifat jaringan fibrous adalah kenyal, tidak elastic hingga mengeras. Jaringan parut ini terus bertambah dari waktu kewaktu karena zat yang disuntikkan terus merangsang pembentukan jaringan parut tersebut. Selain terus tumbuh, jaringan parut akan mengkerut. Pengkerutan ini akan menjepit corpus cavernosus. Setelah corpus cavernosus penis benar benar terjepit maka akan terasa nyeri. Awalnya rasa nyeri dirasakan hanya pada saat ereksi, tetapi akhirnya akan dirasakan setiap waktu. Jika penjepitan berlangsung terus maka kepala penis mungkin mengecil, membiru bahkan mati.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengatasi hal ini harus dilakukan operasi. Operasi dilakukan dengan mengangkat seluruh jaringan fibrosis. Seandainya tersisa dapat muncul lagi. Dengan dibuangnya kulit penis maka penis menjadi tidak berkulit. Untuk menutup penis dengan kulit dapat diambilkan kulit dari bagian tubuh lain yaitu perut, kantong buah pelir ataupun paha. Jika kulit yang hilang sangat banyak maka penis untuk sementara ditanam ke kantong buah pelir dan 5 bulan setelahnya dibentuk ulang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan cara operasi dapat dilakukan dengan menanam jaringan lemak ke penis. Jaringan lemak dari perut/pangkal penis diambil dan ditanamkan ke penis. Cara ini relative sulit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terdapat klinik “hitam” diluar negeri yang memperkenalkan cara baru. Saya katakan klinik hitam karena menggunakan ilmu kedokteran tetapi tidak sesuai dengan kaidah kedokteran.  Klinik ini dengan merobek lapisan keras penis. Dengan merobek lapisan keras ini maka penis akan besar tatapi tidak dapat keras (tetap flaksid).</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai penanaman silicon belum pernah saya jumpai. Tetapi mungkin cara ini aman jika dilakukan oleh dokter ahli.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada pasien dengan gangguan pembentukan hormone laki laki sering diberikan suplementasi testosterone. Suplementasi ini biasa diberikan sebelum pubertas untuk memperbesar ukuran penis. Dengan kadar testosteronyang baik diharapkan pertumbuhan penis baik. Suplementasi testosterone yang berkepanjangan akan memberikan umpan negative terhadap produksi GNRH dan LH-RH. Dengan terganggunya aksis ini maka dapat berakhir dengan gagalnya pembentukan spermatozoa, atau bahasa awamnya dapat menjadi mandul.</p>
<p style="text-align:justify;">Pesan dari tulisan ini, sebagus apapun daya upaya manusia akan sangat jelek dibanding anugrah Allah SWT. Kita harus selalu bersyukur dengan pemberian Allah SWT. Usaha perbaikan/pembesaran penis saya sarankan hanya untuk kepentingan fertilitas saja, jangan untuk kepentingan lainnya. Sebaiknya kita selalu bersyukur dengan yang kita miliki.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kioswikan.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kioswikan.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kioswikan.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kioswikan.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kioswikan.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kioswikan.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kioswikan.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kioswikan.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kioswikan.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kioswikan.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kioswikan.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kioswikan.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kioswikan.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kioswikan.wordpress.com/267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=267&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/20/memperbesar-penis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ef128d270cbde392ede7d7ceac3b563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kioswikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ureterolitotomi</title>
		<link>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/14/ureterolitotomi/</link>
		<comments>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/14/ureterolitotomi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 04:37:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kioswikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Batu saluran kencing]]></category>
		<category><![CDATA[batu]]></category>
		<category><![CDATA[DJ Stent]]></category>
		<category><![CDATA[irisan]]></category>
		<category><![CDATA[koreksi]]></category>
		<category><![CDATA[ureter]]></category>
		<category><![CDATA[ureterolitotomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kioswikan.wordpress.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Ureterolitotomi adalah suatu tindakan operasi yang bertujuan untuk mengambil batu ureter baik ureter proksimal (atas) ataupun distal (bawah). Operasi ini &#8230;<p><a href="http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/14/ureterolitotomi/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=264&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ureterolitotomi adalah suatu tindakan operasi yang bertujuan untuk mengambil batu ureter baik ureter proksimal (atas) ataupun distal (bawah). Operasi ini dengan menggunakan sayatan di kulit. Letak irisan sangat bergantung letak batu. Untuk batu di ureter atas, irisan berada di pinggang berbentuk garis lurus yang oblik. Untuk batu di ureter bawah maka irisan di perut bawah garis lurus yang sejajar tubuh. Panjang irisan sangat bergantung gemuk tidaknya pasien. Semakin gemuk maka irisan makin panjang. Semakin kecil batu irisan juga makin panjang. Seandainya batu tersebut bergerak gerak maka sangat mungkin irisan lebih lebar. Tehnik operasi ini saat ini saat ini mulai ditinggalkan. Hal ini karena irisan yang panjang akan mengakibatkan nyeri dan secara kosmetik tidak bagus. Tetapi tehnik operasi ini masih digunakan untuk batu yang besar (lebih dari 1cm), terdapat kelainan ureter yang perlu dikoreksi dan batu ureter dengan ureter yang melebar di atasnya. Lama operasi sekitar 1 jam jika tidak terdapat penyulit selama operasi. Setelah dilakukan operasi akan dipasang drain (selang pengalir darah kotor). Biasanya selang ini dipertahankan selama 2 hari, tetapi jika produksi cairan yang melalui selang tersebut masih banyak (lebih dari 20 cc) akan tetap dipertahankan. Selama selang tersebut terpasang maka antibiotic diberikan dengan suntikan. Setelah drain dicabut, antibiotic dan analgetik masih dilanjutkan hingga 7 hari. Jika selama operasi didapatkan batu yang sangat melekat pada permukaan ureter atau ureter yang sangat kecil atau ureter yang berkelok-kelok maka sering dipasang DJ stent. (keterangan menenai DJ stent silahkan dibaca di artikel DJ stent). Perlu diingat, seandainya dipasang DJstent harus dilepas sebelum 2 bulan, seandainya terlalu lama dikhawatirkan akan muncul batu sehingga DJ stent tak dapat dilepas. Untuk mencabut DJ stent dapat dilakukan dengan rawat jalan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kioswikan.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kioswikan.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kioswikan.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kioswikan.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kioswikan.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kioswikan.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kioswikan.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kioswikan.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kioswikan.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kioswikan.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kioswikan.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kioswikan.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kioswikan.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kioswikan.wordpress.com/264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=264&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/14/ureterolitotomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ef128d270cbde392ede7d7ceac3b563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kioswikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Pernyataan Penerima Informasi Medis dan Pengambil Keputusan</title>
		<link>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/03/257/</link>
		<comments>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/03/257/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 23:56:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kioswikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[informed consent]]></category>
		<category><![CDATA[consent]]></category>
		<category><![CDATA[in formed]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kioswikan.wordpress.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin terjadi suatu kejadian yang memaksa saya menulis blog ini. Ceritanya terdapat seorang pasien dengan penyakit kompleks (komplikasi) dengan harapan &#8230;<p><a href="http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/03/257/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=257&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kemarin terjadi suatu kejadian yang memaksa saya menulis blog ini. Ceritanya terdapat seorang pasien dengan penyakit kompleks (komplikasi) dengan harapan hidup yang tipis. Pasien ini memiliki banyak anak dan banyak keluarga, sehingga setiap saat penunggu berganti.Wal hasil, setiap diberikan suatu informasi, pasti ada yang merasa belum menerima informasi, sehingga terjadi keributan. Untuk itulah saya buat ketikan ini, semoga berguna bagi pihak medis/rumah sakit dalam memberikan pelayanan optimal kepada pasien. Surat ini ditandatangani saat pasien masuk, untuk persetujuan setiap akan dilakukan tindakan harus dimintakan. Form ada di posting terpisah,</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Surat Pernyataan Penerima Informasi Medis dan Pengambil Keputusan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rekam medis, data medis serta kondisi kesehatan pasien bersifat rahasia. Oleh karena itu, pemberian informasi dari pihak rumah sakit atas:</p>
<p>Nama Pasien :</p>
<p>Umur :</p>
<p>Nomor rekam medis :</p>
<p>Dirawat di :</p>
<p>kami mohon hanya diberikan kepada beberapa orang keluarga yang kami tunjuk :</p>
<p>Nama :</p>
<p>Umur :</p>
<p>Alamat :</p>
<p>Nomor identitas :</p>
<p>Adalah Pasien</p>
<p>Tanda tangan :</p>
<p>Nama :</p>
<p>Umur :</p>
<p>Alamat :</p>
<p>Nomor identitas :</p>
<p>Hubungan dengan pasien :</p>
<p>Tanda tangan :</p>
<p>Nama :</p>
<p>Umur :</p>
<p>Alamat :</p>
<p>Nomor identitas :</p>
<p>Hubungan dengan pasien :</p>
<p>Tanda tangan :</p>
<p>Nama :</p>
<p>Umur :</p>
<p>Alamat :</p>
<p>Nomor identitas :</p>
<p>Hubungan dengan pasien :</p>
<p>Tanda tangan :</p>
<p style="text-align:justify;">Selain pihak yang kami tunjuk, kami mohon pihak rumah sakit tidak memberikan informasi apapun. Setelah diberikan informasi tersebut akan kami diskusikan. Keputusan tindakan medis yang akan dilakukan akan kami sampaikan kepada pihak rumah sakit. Agar tidak terjadi kesalah pahaman mengenai setuju atau tidaknya rencana terapi, pihak pasien menunjuk:</p>
<p><strong>Prioritas 1</strong></p>
<p>Nama :</p>
<p>Umur :</p>
<p>Alamat :</p>
<p>Nomor identitas :</p>
<p>Adalah Pasien</p>
<p>Tanda tangan :</p>
<p><strong>Prioritas 2</strong></p>
<p>Nama :</p>
<p>Umur :</p>
<p>Alamat :</p>
<p>Nomor identitas :</p>
<p>Hubungan dengan pasien :</p>
<p>Tanda tangan :</p>
<p><strong>Prioritas 3</strong></p>
<p>Nama :</p>
<p>Umur :</p>
<p>Alamat :</p>
<p>Nomor identitas :</p>
<p>Hubungan dengan pasien :</p>
<p>Tanda tangan :</p>
<p><strong>Prioritas 3</strong></p>
<p>Nama :</p>
<p>Umur :</p>
<p>Alamat :</p>
<p>Nomor identitas :</p>
<p>Hubungan dengan pasien :</p>
<p>Tanda tangan :</p>
<p style="text-align:justify;">Jika salah satu atau lebih pihak yang ditunjuk memberikan persetujuan maka tindakan dapat dilakukan. Persetujuan selain pihak diatas dinyatakan tidak sah.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian pernyataan saya buat dengan penuh kesadaran. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kioswikan.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kioswikan.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kioswikan.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kioswikan.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kioswikan.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kioswikan.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kioswikan.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kioswikan.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kioswikan.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kioswikan.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kioswikan.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kioswikan.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kioswikan.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kioswikan.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=257&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kioswikan.wordpress.com/2011/10/03/257/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ef128d270cbde392ede7d7ceac3b563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kioswikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kanker Prostat</title>
		<link>http://kioswikan.wordpress.com/2011/09/29/kanker-prostat/</link>
		<comments>http://kioswikan.wordpress.com/2011/09/29/kanker-prostat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 09:59:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kioswikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adenokarsinoma Prostat]]></category>
		<category><![CDATA[adeno]]></category>
		<category><![CDATA[adenokarsinoma]]></category>
		<category><![CDATA[gleason]]></category>
		<category><![CDATA[guideline]]></category>
		<category><![CDATA[hormonal]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[perifer]]></category>
		<category><![CDATA[prostat]]></category>
		<category><![CDATA[prostatektomi]]></category>
		<category><![CDATA[radical]]></category>
		<category><![CDATA[radikal]]></category>
		<category><![CDATA[radioterapi]]></category>
		<category><![CDATA[score]]></category>
		<category><![CDATA[terapi]]></category>
		<category><![CDATA[zona]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kioswikan.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Untuk melihat text lengkap dengan gambar klik link berikut Kanker prostat versi word Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker &#8230;<p><a href="http://kioswikan.wordpress.com/2011/09/29/kanker-prostat/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=248&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk melihat text lengkap dengan gambar klik link berikut <a href="http://kioswikan.files.wordpress.com/2011/09/kanker-prostat.doc">Kanker prostat versi word</a></p>
<p>Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang sering ditemui. Kanker ini menyerang kelenjar prostat. Umumnya kanker prostat tumbuh di bagian tepi dari prostat (zona perifer). Sering didapatkan pasien tanpa keluhan hambatan kencing tetapi mengalami sakit kanker prostat. Hal ini terjadi karena kanker tumbuh disisi tepi dan meluas keluar sedang saluran kencing yang berada di tengah tidak terganggu. Jika kanker ini tumbuh besar, dapat terjadi hambatan aliran kencing.</p>
<p>Penyakit ini lebih sering diderita oleh pria tua dibanding pria yang muda. Faktor resiko terjadinya kanker prostat belum terungkap semuanya, hanya beberapa saja yang telah diketahui. Faktor resiko yang telah jelas diketahui ada 3, yaitu: usia tua, asal etnis dan turunan.</p>
<p>Secara mudah jika ayah terkena kanker prostat anaknya beresiko 2x lebih banyak dibanding populasi umum. Jika ayah dan saudara pria terkena kanker prostat resikonya menjadi 5-11x.</p>
<p>Kanker prostat banyak di Amerika dan Eropa utara, asia tenggara rendah. Tetapi jika orang Jepang (asia) pindah ke Hawaii (Amerika) resiko akan menjadi lebih tinggi dibanding orang Jepang yang di Jepang. Hal ini mungkin karena konsumsi makanan, kebiasaan sexual, alcohol, ultraviolet dan paparan pekerjaan.</p>
<p>Untuk menurunkan resiko kanker prostat dapat dilakukan dengan merubah gaya hidup, menurunkan konsumsi lemak hewani, memperbanyak buah, biji-bijian dan sayuran.</p>
<p>Setelah dilakukan pengambilan jaringan baik dengan operasi atau pengambilan sampel maka dapat diketahui jenisnya. Kebanyakan jenis kanker ini adalah jenis kelenjar (adenokarsinoma). Gambaran kelenjar prostat akan bervariasi, dari yang mirip kelenjar normal hingga sama sekali tidak berbentuk. Gambaran yang bervariasi tersebut dalam kedokteran dikelompokkan menjadi 5 kelompok yang. Skor 1 jika menyerupai kelenjar normal dan 5 jika sangat tidak teratur. Gleason skor biasanya dikombinasikan antara gambaran terbanyak dan gambaran terbanyak kedua. Sehingga Gleason score berkisar dari 2 hingga 10. Semakin tinggi angkanya semakin buruk.</p>
<p>Terapi kanker prostat disesuailan dengan klasifikasinya. Klasifikasi kanker prostat dengan TNM. T adalah tumor primer di prostat tersebut. N adalah penyebaran ke limfonodi dan M adalah penyebaran jauh. Berikut adalah tabel stadium tersebut:</p>
<p>T &#8211; Primary tumour</p>
<p>TX jika tumor primer tidak diketahui</p>
<p>T0 tidak terdapat bukti adanya tumor primer</p>
<p>T1 tumor primer tidak diketahui secara klinis, tidak teraba dan tidak tampak dengan imaging</p>
<p>T1a ditemukannya tumor secara kebetulan sebanyak 5% atau kurang dari jaringan prostat yang diangkat.</p>
<p>T1b Tumor ditemukannya tumor secara kebetulan lebih dari 5% jaringan prostat yang diangkat.</p>
<p>T1c Tumor teridentifikasi saat biopsy karena peningkatan PSA.</p>
<p>T2 Tumor terbatas di prostate</p>
<p>T2a Tumor mengenai kurang dari setengah lobus</p>
<p>T2b Tumor mengenai lebih dari setengah lobus tetapi tidak sampai kedua lobus.</p>
<p>T2c Tumor mengenai kedua lobus</p>
<p>T3 Tumor melewati kapsul prostat</p>
<p>T3a ekstensi extracapsular extension (unilateral atau bilateral) termasuk baldder neck secara mikroskopis.</p>
<p>T3b Tumor mengenai vesikula seminalis</p>
<p>T4 Tumor fixed atau menginvasi jaringan sekitar selain vesikula seminalis yaitu: sfingter eksterna, rectum, otot levator dan/atau dinding pelvis, levator muscles, and/or pelvic wall</p>
<p>N – limfonodi regional</p>
<p>NX penyebaran ke limfonodi regional tidak diketahui</p>
<p>N0 tidak terdapat penyebaran ke limfonodi regional</p>
<p>N1 terdapat penyebaran ke limfonodi regional</p>
<p>M – metastasis jauh</p>
<p>MX metastasis jauh tidak diketahui</p>
<p>M0 tidak terdapat metastasis jauh</p>
<p>M1 Terdapat metastasis jauh</p>
<p>M1a ke limfonodi non regional</p>
<p>M1b ke tulang</p>
<p>M1c tempat lain</p>
<p>Seseorang dicurigai mengalami penyakit ini setelah menjalani beberapa pemeriksaan. Pada colok dubur sering dijumpai adanya daerah prostat tang keras, berbenjol ataupun kaku terhadap jaringan sekitarnya. Pada pemeriksaan PSA didapatkan kadar PSA tinggi. Kadar PSA normal dibawah 4ng/ml. Meskipun demikian seseorang dengan PSA kurang dari 4ng/ml mungkin terkena kanker prostat</p>
<p>Kadar PSA ng/mL                                   resiko menderita kanker prostat</p>
<p>0-0.5                                                      6.6%</p>
<p>0.6-1                                                      10.1%</p>
<p>1.1-2                                                      17.0%</p>
<p>2.1-3                                                      23.9%</p>
<p>3.1-4                                                      26.9%</p>
<p>Jika dari USG prostat terdapat area hiopoekoik, kalsifikasi dan echogenitas inhomogen juga curiga kanker prostat.</p>
<p>Standar terapi kanker prostat disesuaikan dengan TNM.</p>
<p>Untuk stadium T1a, semua rekomendasi tingkat B</p>
<p>Watchful waiting : merupakan terapi standar untuk</p>
<p>1. Gleason score 10 tahun, disarankan untuk restaging TRUS dan biopsy prostat.</p>
<p>Radical prostatectomy:merupakan salah satu pilihan pada pasien muda dengan harapan hidup yang masih panjang, terutama dengan gleason score &gt;7</p>
<p>Radiotherapy: merupakan salah satu pilihan pasien dengan tumor diferensiasi buruk.</p>
<p>Untuk T1b-T2b grade rekomendasi B untuk active surveillance :</p>
<p>1. merupakan terapi pilihan untuk cT1c-cT2a, PSA &lt; 10 ng/mL, Gleason score &lt; 6, &lt; 2 biopsies positive, &lt; 50% adanya kanker untuk tiap biopsi.</p>
<p>2. usia harapan hidup 10 tahun, tetapi data ilmiah belum cukup banyak dalam 10 tahun terakhir tentang keberhasilannya.</p>
<p>4. Pasien yang tidak mau mengalami komplikasi jika diterapi cara lain.</p>
<p>Untuk T1a- T2c</p>
<p>Radical prostatectomy : merupakan terapi standar pasien dengan usia harapan hidup &gt;10 tahun yang mau menerima komplikasi radikal prostatektomi. (A)</p>
<p>Combination : untuk pasien resiko tinggi, terapi neoadjuvan hormonal dan hormonal terapi konkomitan dengan radioterapi meningkatkan persentase lama hidup. (A).</p>
<p>Radiotherapy:</p>
<p>1. pasien dengan harapan hidup &gt;10 tahun yang mau menerima komplikasi radioterapi (B).</p>
<p>2. pasien yang kontraindikasi pembedahan (B).</p>
<p>3. tidak sesuai untuk pasien dengan angka harapan hidup 5-10 tahun dengan tumor berdeferensiasi buruk (untuk kondisi ini disarankan terapi kombinasi (B).</p>
<p>Brachytherapy Low-dose rate brachytherapy : untuk pasien denga volume&lt;50mL dan IPSS 25-50 ng/mL , PSA Doubling Time (DT) 5-10 tahun. Direkomendasikan untuk kombinasi dengan terapi hormonal (A).</p>
<p>Combination: angka survival lebih baik dengan terapi concomitant dan adjuvant hormonal therapi (3 tahun) ditambah radioterapi eksterna.(A).</p>
<p>Watchful Waiting: Merupakan pilihan untuk pasien T3 tanpa keluhan gangguan kencing dengan tumor diferensiasi bagus hingga moderat dan usia harapan hidup &lt;10 tahun yang tidak cocok dengan terapi local. (C).</p>
<p>Radical prostatectomy : merupakan pilihan untuk pasien T3a, PSA &lt; 20 ng/mL, Gleason score 10 tahun.(C) Seandainya pasien memilih radikal prostatektomi harus diinformasikan akan didapatkan tepi irisan operasi masih terdapat tumor (tidak mungkin bersih), hasil histology yang buruk, limfonodi yang positif sehingga seteah operasi masih diperlukan terapi adjuvant atau salvage seperti radiasi atau androgen depriasi.</p>
<p>Untuk pasien dengan N+,M0</p>
<p>Hormonal : terapi adjuvant standar pada pasien radioterapi atau radikal prostatektomi dengan lebih dari 1 limfonodi (+) metastase. Terapi hormonal sebaiknya digunakan sebagai monoterapi pada pasien yang tidak mungkin dilakukan terapi lokal (A)</p>
<p>Watchful waiting: pasien tidak bergejala gangguan kencing, PSA 12 bulan, perlu follow up ketat.(B)</p>
<p>Radical prostatectomy: hanya untuk pasien dengan angka harapan hidup&gt; 10 tahun, merupakan salah satu bagian terapi multimodal.(C)</p>
<p>Radiotherapy: untuk pasien dengan harapan hidup &gt; 10 tahun, harus ditambah dengan ajuvan androgen depriasi 3 tahun (C).</p>
<p>Combination BUKAN TERAPI STANDAR (B)</p>
<p>Untuk pasien dengan M+</p>
<p>Hormonal : terapi standard dan harus diberikan pada pasien bergejala.(A)</p>
<p>Watchful waiting : bukan terapi standar, perlu monitor ketat.(B).</p>
<p>Radical prostatectomy : bukan terapi pilihan (C).</p>
<p>Radiotherapy : bukan pilihan, jika memang dipilih harus dikombinasi dengan terapi androgen depriasi untuk mengatasi gejala lokan kanker. (C).</p>
<p>Perlu diketahui angka harapan hidup di Indonesia (seluruh populasi secara umum) adalah sekitar 67 tahun.</p>
<p>Diambil dari European association of Urology update January 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kioswikan.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kioswikan.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kioswikan.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kioswikan.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kioswikan.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kioswikan.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kioswikan.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kioswikan.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kioswikan.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kioswikan.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kioswikan.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kioswikan.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kioswikan.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kioswikan.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=248&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kioswikan.wordpress.com/2011/09/29/kanker-prostat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ef128d270cbde392ede7d7ceac3b563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kioswikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Informed Consent Menolak Operasi</title>
		<link>http://kioswikan.wordpress.com/2011/09/27/informed-consent-menolak-operasi/</link>
		<comments>http://kioswikan.wordpress.com/2011/09/27/informed-consent-menolak-operasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 00:26:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kioswikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[informed consent]]></category>
		<category><![CDATA[consent]]></category>
		<category><![CDATA[informed]]></category>
		<category><![CDATA[menolak]]></category>
		<category><![CDATA[operasi]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kioswikan.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Informed Consent Penolakan Operasi Bersama ini, saya : Nama : …………………………………………………………………………. Umur : ………………………………………………………………………… Alamat : …………………………………………………………………… Bukti diri dan &#8230;<p><a href="http://kioswikan.wordpress.com/2011/09/27/informed-consent-menolak-operasi/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=243&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Informed Consent Penolakan Operasi</p>
<p>Bersama ini, saya :</p>
<p>Nama : ………………………………………………………………………….</p>
<p>Umur : …………………………………………………………………………</p>
<p>Alamat : ……………………………………………………………………</p>
<p>Bukti diri dan nomor bukti diri : …………………………………………………</p>
<p><strong>tidak setuju atau menolak pelaksanaan operasi …………………………………….</strong></p>
<p><strong>Terhadap pasien:</strong></p>
<p>Nama : …………………………………………………………….……………</p>
<p>Umur : ……………………………………………………………………………</p>
<p>Nomor rekam medis: …………………………………………………………….</p>
<p>Hubungan kekeluargaan dengan pasien : ………………………….……………</p>
<p>Pembiayaan : Umum/ASKES/ASKESKIN/………………………………….</p>
<p>Bersama ini saya <strong>tidak setuju atau menolak pelaksanaan operasi </strong>setelah mendapat penjelasan medis mengenai keadaan pasien. Kami mengetahui tindakan operasi memiliki resiko, tetapi jika tidak dilakukan operasi akan berakibat yang lebih buruk. Seandainya pasien tidak dioperasi kemungkinan dapat terjadi: (coret yang tidak perlu, dan lingkari nomer yang sesuai)</p>
<ol>
<li>Terjadinya sumbatan saluran kencing yang dapat mengakibatkan gagal ginjal.  Pasien yang mengalami gagal ginjal mungkin diperlukan cuci darah seumur hidup.</li>
<li>Infeksi keseluruh tubuh. Kencing yang tersumbat akan menjadi tempat hidup kuman dan kuman tersebut dapat menyebar ke peredaran darah dan akhirnya seluruh tubuh (sepsis).</li>
<li>Bagian tubuh yang membusuk semakin luas dan menyebar.</li>
<li>Gangguan kadar garam tubuh yang dapat berakhir dengan kematian.</li>
<li>Rusak/busuknya jaringan ginjal yang dapat berakibat diperlukannya tindakan pengangkatan ginjal dimasa datang.</li>
<li>Perdarahan (baik nyata ataupun yang tampak dengan mikroskop) yang akan mengakibatkan kekurangan darah. Perdarahan mungkin tidak dapat berhenti dan pasien menjadi shock.</li>
<li>Membesarnya tumor/kanker yang mungkin menyebar ke bagian tubuh lainnya.</li>
<li>Kematian.</li>
</ol>
<p>Alasan <strong>tidak setuju atau menolak pelaksanaan operasi </strong>(lingkari nomor yang sesuai, coret pernyataan yang tidak perlu) adalah:</p>
<p>1. keuangan</p>
<p>2. fikir-fikir</p>
<p>3. menunggu rundingan dengan ………………………………………….</p>
<p>4. mencari alternative pengobatan ke ……………………………………</p>
<p>5. mencari pendapat lain ke ………………………………………………</p>
<p>Pasien dan keluarga sadar bahwa berhak untuk menerima ataupun menolak operasi. Jika pasien tidak dilakukan operasi saat ini maka mungkin kondisi pasien lebih buruk bahkan tidak memungkinkan operasi di masa datang.</p>
<p>Kami sadar seluruh tindakan medis mengandung resiko, sehingga penolakan atau penerimaan rencana terapi kami pertimbangkan dengan baik. Kami sadar sepenuhnya bahwa kesehatan dan kesembuhan ditangan Tuhan, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dokter dan tenaga medis akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu kesembuhan pasien. Pada saat ini kami belum menginginkan operasi. Jika diwaktu yang akan datang kami menginginkan operasi, kami berhak untuk berobat kembali kerumah sakit ini.</p>
<p>Yogyakarta, – -2011</p>
<p>Pembuat pernyataan, (_________________________________)</p>
<p>Saksi keluarga,           (__________________________________)</p>
<p>Saksi I pihak Rumah Sakit (________________________________)</p>
<p>Saksi II pihak Rumah Sakit (________________________________)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kioswikan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kioswikan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kioswikan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kioswikan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kioswikan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kioswikan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kioswikan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kioswikan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kioswikan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kioswikan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kioswikan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kioswikan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kioswikan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kioswikan.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=243&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kioswikan.wordpress.com/2011/09/27/informed-consent-menolak-operasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ef128d270cbde392ede7d7ceac3b563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kioswikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batu Kandung Kencing</title>
		<link>http://kioswikan.wordpress.com/2011/09/26/batu-kandung-kencing/</link>
		<comments>http://kioswikan.wordpress.com/2011/09/26/batu-kandung-kencing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 02:45:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kioswikan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Batu saluran kencing]]></category>
		<category><![CDATA[asam]]></category>
		<category><![CDATA[batu]]></category>
		<category><![CDATA[buli]]></category>
		<category><![CDATA[gejala]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi]]></category>
		<category><![CDATA[kandung]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok]]></category>
		<category><![CDATA[kencing]]></category>
		<category><![CDATA[migrating]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[primer]]></category>
		<category><![CDATA[sebab]]></category>
		<category><![CDATA[sekunder]]></category>
		<category><![CDATA[struvit]]></category>
		<category><![CDATA[urat]]></category>
		<category><![CDATA[vesicolithiasis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kioswikan.wordpress.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Batu buli atau batu kandung kemih dalam bahasa kedokteran disebut vesicolithiasis. Batu kandung kencing  digolongkan menjadi 3 macam. Batu sekunder, &#8230;<p><a href="http://kioswikan.wordpress.com/2011/09/26/batu-kandung-kencing/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=240&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Batu buli atau batu kandung kemih dalam bahasa kedokteran disebut vesicolithiasis. Batu kandung kencing  digolongkan menjadi 3 macam.</p>
<p><strong>Batu sekunder</strong>,</p>
<p>Dikatakan batu sekunder jika batu di kandung kencing oleh karena suatu proses yang dapat diketahui atau diterangkan dengan jelas sebab musababnya. Contohnya batu saluran kencing karena gangguan aliran kencing karena pembesaran prostat, penyempitan saluran (striktur uretra). Kencing yang lama tidak mengalir akan mengendap. Jika endapan ini berlanjut maka terbentuklah batu kandung kencing. Contoh lainnya: batu kandung kencing karena pembuangan garam kalsium berlebih seperti pada kelainan kelenjar tiroid. Pada pasien dengan kadar asam urat yang tinggi sering didapatkan kadar asam urat yang tinggi pula dalam kencingnya. Jika komponen pembentuk batu banyak di air kencing maka kemungkinan untuk menjadi batu akan besar.</p>
<p>Hal yang mungkin dikeluhkan pada pasien ini antara lain: kencing yang tersendat, pancaran kencing melemah, sering bangun malam untuk kencing, pancaran kencin yang terbelah, pancaran kencing yang kecil. Ataupun tanda penyakit asam urat seperti jika makan jeroan jempol kaki bengkak, sendi badan sakit. Gondok yang membesar, dengan tangan yang gemetaran. Riwayat infeksi saluran kencing.</p>
<p><strong>Batu migrans/migrating stone</strong></p>
<p>Dikatakan migrating stone jika sebetulnya batu berasal dari ginjal (tepatnya di tubulus colectivus renalis) dan turun mengikuti aliran kencing. Setelah di kandung kencing batu tersebut membesar oleh karena banyak zat pembentuk batu dari kencing yang ikut menempel.</p>
<p>Keluhan yang sering dikatakan pasien ini antara lain pernah merasa nyeri pinggang atau punggung yang tidak jelas/tidak terlalu nyeri, nyeri pinggang sangat tajam/menusuk yang kadang menyebar ke perut dan paha.</p>
<p><strong>Batu primer </strong></p>
<p>Dikatakan batu primer jika tidak dapat diklasifikasikan dalam kedua kelompok diatas.</p>
<p>Pada pasien batu kandung kencing menimbulkan beberapa gejala yang khas.</p>
<ol>
<li>Rasa nyeri di akhir kencing yang kadang diikuti keluarnya darah.</li>
<li>Rasa nyeri di ujung penis.</li>
<li>Intermitensi, yaitu kencing&#8212; berhenti&#8212; kencing lagi. Hal ini karena saat kandung kencing mengosongkan kencing, batu saluran kencing ikut hanyut dan menutup lubang kencing bagian dalam (orificium uretra internum). Saat kencing berhenti, batu terlepas lagi sehingga kencing dapat mengalir lagi. Hal ini terjadi jika batu masih kecil. Jika batu sudah besar mala tidak dapat terjadi.</li>
<li>Kencing tiba-tiba terhenti/tidak dapat kencing yang sebelumnya dapat kencing lancar tanpa keluhan. Hal ini karena batu kandung kencing menyumbat dan tidak terlepas lagi.</li>
<li>Dalam buku text mungkin tertulis kencing terhenti dan <strong>mengalir lagi jika berubah posisi</strong>. Hal ini sulit untul dibawa ke penjelasan klinis, karena kita biasanya tidak berubah posisi jika kencing, maksudnya tetap saja berdiri atau jongkok. Mungkin tidak pernah ada yang melakukan saat kencing terhenti terus nungging agar mengalir lagi. Meskipun demikian pernyataan ini tetap kita hormati.</li>
<li>Pada anak kecil yang belum dapat berkomunikasi dengan baik atau pada retardasi mental pasien sering menarik penis. Bahkan pernah dijumpai pasien retardasi datang dengan  patahnya penis (rupture penis) dan saat dilakukan pemeriksaan lanjut ditemukan adanya batu kandung kencing.</li>
</ol>
<p>Penanganan pasien  batu kandung kencing terutama menghindari terhentinya /tidak dapatnya kencing. Jika kencing terhambat maka lambat laun akan terjadi gagal ginjal. Hal ini dilaksanakan dengan pemasangan selang kateter ataupun aspirasi supra pubik untuk pertolongan pertama. Hal lainnya adalah kemungkinan infeksi. Batu di saluran kencing dapat menjadi “<strong>markas</strong>” bakteri/kuman penyakit. Hal ini karena bakteri membentuk biofilm yang tidak dapat ditembus antibiotic di permukaan batu, bakteri bersembunyi dibawah biofilm. Diberikan antibiotic bertujuan untuk mengurangi/menghilangkan bakteri yang tidak terlindungi biofilm sambil menunggu tindakan operasi.</p>
<p>Batu pada kandung kencing memerlukan terapi bedah jika tidak dapat keluar dengan sendirinya. Hal ini karena komponen penyusun batu mayoritas berupa struvit (alumunium magnesium sulfat), oksalat dan kapur. Zat sat ini tidak akan larut dengan obat pelarut biasa. Terapi bedah dapat berupa bedah terbuka ataupun minimal invasif.</p>
<p>Operasi terbuka dilaksanakan dengan jalan membuka kandung kencing dan kemudian mengeluarkan batu dari lubang tersebut. Operasi minimal invasive dengan jalan memasukkan alat kedalam kandung kencing melalui lubang kemaluan (penis). Alat tersebut kemudian memecahkan batu. Dengan tehnik ini tidak didapatkan luka sayatan operasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kioswikan.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kioswikan.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kioswikan.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kioswikan.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kioswikan.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kioswikan.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kioswikan.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kioswikan.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kioswikan.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kioswikan.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kioswikan.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kioswikan.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kioswikan.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kioswikan.wordpress.com/240/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kioswikan.wordpress.com&amp;blog=25131589&amp;post=240&amp;subd=kioswikan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kioswikan.wordpress.com/2011/09/26/batu-kandung-kencing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ef128d270cbde392ede7d7ceac3b563?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kioswikan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
