Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Urolithiasis yang dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai batu saluran kemih. Kata urolithiasis berasal dari kata oûron yang berarti urine dan lithos yang berarti batu. Kedua kata ini berasal dari bahasa Yunani. Urolithiasis didefinisikan sebagai adanya konsentrasi material keras disebagian atau beberapa bagian saluran kencing (traktus urinarius). Berbeda dengan kalsinosis, yaitu endapan kapur yang bukan di traktus urinarius, melainkan di parenkhim.contohnya nefrokalsinosis yaitu endapan kalsium di parenkhim ginjal.
Penyakit ini diduga telah ada sejak jaman Mesir, terdapat mumi yang terdapat batu di kandung kencing.
Macam-macam batu saluran kencing menurut tempatnya:
1. nefrolithiasis atau batu di ginjal. Adalah kata umum untuk terdapatnya batu di ginjal, kata ini digunakan saat  kita tidak dapat menunjukkan batu tersebut berada dibagian mana. Setelah letak batu dapat diketahui pasti,  maka harus disebutkan  sesuai letak batu tersebut. Contohnya saat tampak adanya batu di ginjal pada USG, maka kita sulit/tidak dapat menyatakan lokasi spesifik, sehingga disebut dengan nefrolithiasis. Setelah dilakukan BNO-IVP maka akan tampak letak batu dengan tepat. Sehingga setelah BNO IVP harus disebutkan sebagai batu pyelum, batu kalix inferior, batu kaliks medius, atau batu kaliks superior. Batu staghorn ataubatu tanduk rusa didefinisikan sebagai batu pyelum dengan perluasan ke satu kaliks atau lebih.
2. ureterolitiasis atau batu ureter. Adalah batu yang berada antara uretero pelvic junction hingga uretero vesical junction. Secara anatomis ureter dibagi menjadi 3 yaitu ureter proksimal, ureter tengah dan ureter distal. Batas antara ureter proksimal dan ureter tengah adalah ketika ureter menyeberangi arteria iliaca comunis atau kurang lebih setinggi Vertebra sacrum I bagian promontorium. Batas antara yreter tengah dan ureter distal adalah linea arcuata. Secara klinis, ureter dibagi menjadi 2 bagian saja, yaitu ureter proksimal dan ureter distal. Bagian ureter proksimal dan ureter tengah secara anatomis dikategorikan sebagai ureter proksimal secara klinis.
3. vesicolithiasis atau batu kandung kemih. Adalah batu di kandung kencing. Batu di kandung kencing ini dapat berasal dari:

  • batu ureter yang migrasi ke kandung kencing yang disebut migrating stone.
  • endapan material urine akibat gangguan/hambatan aliran kencing karena BPH, striktur ataupun kelainan anatomis yang disebut sebagai secondary stone.
  • batu kandung kencing yang tidak memenuhi kriteria diatas disebut sebagai primary stone.

Terdapat penulis yang membagi batu kandung kencing menjadi 2 berdasar ada tidaknya penyakit yang mendasari, yaitu primer dan sekunder. Batu sekunder jika terdapat penyakit atau ditemukannya hal lain yang menyebabkan terjadinya batu. Contohnya batu kandung kencing pada pasien BPH, striktur, hiperparatiroid, gangguan metabolisme xantin, osteomalasia, gangguan regulasi kalsium tubuh dll. Batu primer jika tidak ditemukan patofisiologi yang mendasari.

4. Urethrolithiasis atau batu uretra. Batu saluran kencing dari orificium urethra interna hingga orificium uretra eksterna atau sepanjang uretra hingga ujung penis. Umumnya berasal dari batu kandung kencing tetapi kadang terbentuk di uretra karena adanya striktur uretra.

Selain jenis batu diatas terdapat juga batu divertikel buli dan batu divertikel uretra. Kedua jenis batu ini terjadi karena retensi urine di divertikel sehingga komponen urine mengendap dan terjadilah batu.

Batu prostat adalah bukan termasuk batu saluran kencing, oleh karena batu tersebut tidak berada disaluran kencing. Batu tersebut berada diantara adenoma prostat dengan capsula chirrurgica prostate.