Tag

, , , , , , , ,

Minuman beroksigen saat ini marak di Indonesia. Dalam iklan, dikatakan minuman ini sangat baik untuk kesehatan, meningkatkan vitalitas dan sebagainya. Apakah ini benar?

Terdapat banyak merk minuman, bahkan ada minuman dengan jenis oksigen 03 (atau oksigen aktif seperti ozone). Air minum dalam kemasan ini dikatakan memiliki konsentrasi yang tinggi.

Kita  tidak boleh gegabah menentukan benar tidaknya iklan ini semua. Ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan dalam menentukan hal ini:

  1. suatu gas terlarut dalam suatu cairan akan membentuk keseimbangan dengan udara dipermukaannya. Dalam kalimat sederhana: tidaklah mungkin suatu gas (oksigen) menetap didalam cairan dalam konsentrasi yang tinggi sedangkan udara dipermukaannya miskin oksigen. Oksigen dari cairan akan terlepas kepermukaan hingga terjadi keseimbangan. Jumlah oksigen yang terlepas dari dalam cairan mengikuti koefisien tertentu sesuai jenis cairan. Kecepatan lepasnya ke permukaan sangat dipengaruhi luas permukaan. Oksigen dalam kadar yang lebih tinggi dapat terlarut jika: terdapat zat pelarut/agen tertentu yang menempelkan oksigen ke molekul air atau disimpan dalam tekanan. disimpan dalam tekanan maksudnya ruang udara dipermukaan air memiliki tekanan oksigen yang mampu membuat oksigen dalam air lebih tinggi dari normal, sehingga diperlukan botol yang mampu menahan tekanan udara tersebut. Dalam minuman beroksigen sering dikatakan berisi air, elektrolit dan tidak terdapat agen pelarut oksigen. mungkin kita akan bertanya bagaimana oksigen dapat berkonsentrasi tinggi????  Saat membuka botol minuman beroksigen terdengar suara berdesis. Hal ini “MUNGKIN” dikarenakan lepasnya oksigen. untuk membuktikan kemungkinan itu maka kita dapat melakukan percobaan sederhana. Nyalakanlah korek api, kemudian matikan. Saat bara api korek api masih menyala dekatkan dengan tutup botol dan bukalah. Jika bara api lebih terang kemungkinan memang oksigen. Tetapi jika tetap redup???? Untuk minuman tanpa agen pelarut oksigen (tidak tertera di tabel komposisi) dan dengan percobaan sederhana diatas tidak menyebabkan bara menjadi terang kemungkinan tidak terdapat tambahan oksigen.
  2. Organ tubuh manusia tidak semuanya dapat mengambil oksigen bebas untuk dimetabolisme langsung. Pada ikan oksigen diserap dari air dengan bantuan insang. Pada ayam menyerap oksigen dengan paru paru. Pada manusia oksigen diserap dari udara oleh paru paru. Meskipun demikian terdapat organ tubuh yang mampu menyerap oksigen. Organ tubuh itu antara lain sinus paranasales (rongga rongga tulang disekitar hidung), cellulae mastoidea (rongga tulang dibelakang telinga) dan lensa mata. Sedangkan usus tidak dapat menyerap udara.

Berikut ini bukti pernyataan diatas:

  1. sinus paranasales (rongga tulang sekitar hidung). Sinus paranasales berhubungan dengan saluran nafas dengan dihubungkan suatu lubang kecil. Saat kita mengalami infeksi saluran nafas, sangat mungkin lubang tersebut sembab, sehingga udara tidak dapat keluar masuk rongga tersebut. Beberapa hari kemudian kita akan merasa “kemeng” (atau dalam bahasa Indonesia pegel) di daerah tersebut. Hal ini dikarenakan udara terserap oleh rongga tersebut. Seandainya keadaan berlanjut maka akan terbentuk tekanan “negatif” di sinus tersebut. Tekanan negatif akan menyebabkan terjadinya transudat dan akhirnya  akan  menjadi eksudat terinfeksi. Keadaan ini sering kita sebut sinusitis.
  2. Bukti cellulae mastoidea menyerap udara adalah saat terjadi mastoiditis dan otitis media. Saat tuba Eustachii tersumbat karena sembab/ terinfeksi maka udara tidak dapat mengalir dari saluran nafas ke telinga tengah. Karena cellulae mastoidea terus menyerap udara maka akan muncul tekanan negatif. hal ini dapat dilihat pada gendang telinga menjadi lebih cekung dengan bantuan otoscope.
  3. bukti lensa mata menyerap oksigen dari udara dengan difusi memang sulit. Saya belum menemukan penjelasan yang jelas.
  4. BUkti bahwa saluran cerna tidak menyerap udara adalah pada pasien ileus obstruktivus (sumbatan saluran pencernaan baik karena tumor, jeratan atau lainya). Pada pasien tersebut usus disebelah atas (sisi oral sumbatan) akan menggembung sedang sisi bawahnya akan kolaps. Sisi bawah/sisi anal kolaps karena udara usus terdorong peristaltik ke anus dan menjadi kentut (jika sudah habis maka tak ada kentut lagi). Sedang sisi Oral/kearah mulut akan menggembung karena saat bicara/merokok udara ikut tertelan, saat disorong peristaltik akan terhenti di sumbatan. Sehingga udara tertimbun. Itulah bukti saluran cerna tidak menyerap udara.

Ada pertanyaan: mengapa setelah saya minum minuman beroksigen menjadi segar? hal itu sangat mungkin karena perasaaan subjektif saja. Banyak hal di diri kita sangat dipengaruhi psikologis. Meskipun tidak ada bukti hal tersebut memang berguna bagi tubuh.

Setelah membaca tulisan ini apakah saudara masih akan membeli minuman beroksigen yang relatif mahal itu???????