Tag

, , , , , , , ,

dalam hari yang bersamaan ada 2 orang pria menghampiri lapak saya. keduanya berusia 65 tahun. oleh karena beda kasus, maka akan saya tuliskan terpisah.

ada seorang laki laki usia 65 tahun datang dengan kencing merah sejak agak lama(? tanda tanya besar muncul dikepalaku.) sejak kapan pak? sejak panen kemarin? “WUADUHHHHHHH trus panen apaan pak?” tanyaku. “panen padi dokter.” jawab pasien cool seakan tidak tahu kalo dokternya pusing.

kemudian saya ambil tanggalan dan kupanggil perawat. ” mas punya sawah?”. Perawatku menyahut ” punya dok, cuma kecil, tidak saya jual dok, untuk makan sehari-hari”. perawatku kegeeran, dikiranya aku mau beli sawah___ bisa beli alat Endoskopi saja Sudah syukur-syukur———

ini mas mau tanya panen padi di sini kira-kira kapan ya?

oo, ya sekitar 3 bulan yang lalu————– ADA PENCERAHAN—-

Pak jadi kencing darahnya sejak 3 bulan yang lalu ya?– njih pak dokter— jawaban standar orang jawa yang gak mau berdebat lebih panjang.

kalau pas kencing merah sakit tidak pak? tidak dok.

ooooooooo PAINLESS GROSS HEMATURIA… langsung teringat wajah dosenku dulu yang paling hobi nanya-nanya masalah kanker ke aku waktu kuliah.

setelah saya anamnesis lama dan banyak “teka-teki” seperti diatas.

ternyata bapak ini juga mengalami retensio urine dan overflow inkontinens. pipis selalu rembes membasahi celana kolornya yang hitam.

Setelah kami lakukan pemeriksaan laboratorium, si bapak saya simpulkan menderita tumor kandung kencing.

bapak tersebut saya teropong—- MASYAALLAH…. tumor telah memenuhi kandung kencing, benar-benar penuh. Saya bersihkan/dikerok semaksimal mungkin, tumor juga telah memakan leher kandung kencing.

Dari hasil Patologi anatomi diketahui: kanker sel transisional derajad 3 yang telah mengenai leher kandung kencing dengan prostat masih aman.

pasien saya rencanakan  untuk terapi selanjutnya setelah keluarga berunding. heheheh masih nunggu anaknya yang dari jakarta jadi belum kelar

Pesan penting:

jika mengalami kencing merah segera dilakukan pelacakan, jangan tunggu lama, karena dapat berakibat fatal