Tag

, , , , , , , ,

 Alat yang diperlukan :

  • Alat operasi set besar

  • Linen set terdiri dari : – Doek besar 2 buah – doek penutup

  • Doek kecil 6 buah – Meja instrument

  • Baju operasi 4 buah

Tehnik Operasi :

  1. Pasang foto-foto pada light-box

  2. Setelah dilakukan anestesi baik regional ataupun general, penderita diletakkan dalam posisi supinasi .

  3. Dilakukan desinfeksi dengan larutan povidone iodine 5% dari bawah os xyphoid sampai pertengahan kedua paha dan skrotum di sangga dengan doek steril kecil.

  4. Lapangan operasi di persempit dengan doek steril (lapangan operasi di mid line antara umbilikus dan os pubis).

  5. Insisi supra pubik dan infra umbilikal (midline) lapis demi lapis

  6. Muskulus rektus abdominis dipisahkan ke lateral (pada linea alba) sambil merawat perdarahan

  7. Lemak perivesikal disisihkan ke proksimal, identifikasi buli-buli dan prostat selanjutnya dipasang spreader.

  8. Pasang bantalan pada kiri dan kanan prostat (dengan kasa) dengan tujuan :

  • agar prostat lebih menonjol

  • identifikasi prostat lebih mudah

  1. Jahit (hemostasis) kapsul prostat pada 4 tempat dengan chromic catgut no. yaitu

  • lateral kanan dan kiri (arah oblique)

  • tengah atas dan bawah kira-kira 1 cm dan 2 cm dari leher buli-buli.

  1. Insisi kapsul prostat arahnya horisontal (diantara ke empat jahitan tersebut) sampai nampak adenoma prostat.

  2. Adenoma prostat dipisahkan dari kapsulnya dengan gunting metzeubaum secara tajam dan tumpul.

  3. Setelah ada ruang antara kapsul dengan adenoma prostat sampai keluar semua adenomanya. Bekas enukleasi di tekan dengan kassa sebanyak 4-5 lembar selama ± 5 menit untuk menghentikan perdarahan.

  4. Kasa diambil 2 sumber perdarahan dijahit dengan chormic catgut No. 0 pada jam 5 dan 7 secara figure of eight. Rawat perdarahan yang lain dengan kauterisasi.

  5. Kemudian pasang kateter three way 24F sampai ke buli-buli (balon jangan diisi dulu)

  6. Kapsul prostat dijahit dengan chromic catgut No. 0 secara simpul bedah sampai tidak ada kebocoran (water tight).

  7. Isi buli-buli dengan NaCl 0,9% untuk melihat kebocoran buli.

  8. Setelah tidak bocor, balon kateter diisi air 40 cc dan di fraksi dan dipasang spoel dengan NaCl 0,9%.

  9. Rawat perdarahan dan pasang redon drain pada cavum Retzii

  10. Semua kasa yang ada didalam dikeluarkan

  11. Luka operasi ditutup lapis demi lapis : – Otot dan fascia dijahit dengan chromic catgut

  • Lemak dijahit dengan plain catgut

  • Kulit dijahit dengan benang sutra (side)