Tag

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Keluhan anyang anyangen sering terjadi di komunitas kita. Keluhan anyang anyangen yang dikarakterisasi dengan sering kencing (kencing dengan jarak kurang dari 2 jam dalam bahasa kedokteran disebut frekuensi) dan rasa nyeri saat atau setelah kencing (yang sering disebut sebagai disuria). Anyang anyangen yang berat tentu saja akan sangat merepotkan. Keluhan ini lebih sering diderita oleh perempuan meskipun juga dikeluhkan pria.

Secara medis, keluhan semacam ini mungkin disebabkan oleh karena infeksi, batu saluran kencing dan juga keganasan serta masalah persyarafan. Untuk membedakan ketiga sebab tersebut secara awam dengan beberapa pertanyaan:

  1. adakah riwayat berhubungan seksual beberapa hari hingga beberapa minggu sebelum keluhan?

  2. Adakah riwayat memasukkan benda tidak steril ke alat kelamin?

  3. Adakah riwayat cebok dengan air kotor?

  4. Adakah tehnik cebok salah? (ada air yang menciprat dari anus ke alat kelamin).

  5. Apakah jika kencing terasa tidak puas?

  6. Apakah pancaran kencing lemah?

  7. Apakah jika malam hari terbangun untuk kencing lebih dari 2 kali?

Jika pertanyaan ini dijawab ya, maka sangat mungkin karena infeksi, tetapi masih diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Untuk membedakan dengan batu saluran kencing dapat dengan pertanyaan:

  1. apakah terdapat riwayat kencing batu?

  2. Apakah pernah sakit pinggang yang sangat hingga berkeringat dingin (kolik)?

  3. Apakah terdapat riwayat kencing kemerahan?

  4. Apakah ada riwayat sangat nyeri disaat akhir kencing?

  5. Adakah keluarga yang menderita kencing batu?

Jika pertanyaan ini dijawab ya, maka sangat mungkin karena batu saluran kencing, tetapi masih diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Untuk membedakan dengan keganasan dapat dengan pertanyaan:

  1. apakah terdapat riwayat kencing kemerahan –terutama tidak terasa nyeri?

  2. Adakah riwayat merokok?

  3. Adakah riwayat pekerjaan yang berhubungan dengan zat kimia atau percetakan?

Ketiga pertanyaan diatas untuk mengetahui kemungkinan keganasan.

Untuk masalah persyarafan tidak kami kupas lebih lanjut, mungkin dokter spesialis syaraf akan memberikan paparan tersendiri.

Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Seandainya hasil pemeriksaan menyokong kearah infeksi akan dilakukan terapi antibiotik. Selain itu disarankan untuk minum air putih dengan volume yang cukup dan tidak boleh menunda kencing.

Jika dari pemeriksaan dan laboratorium mengarah pada batu saluran kencing ataupun keganasan maka dokter akan melakukan foto rontgen atau CT scan. Penanganan selanjutnya akan sangat tergantung pada sebabnya.

Oleh karena anyang anyangen hanya satu gejala yang dapat disebabkan berbagai penyebab, maka penelusuran penyebab sangat penting. Keempat kemungkinan tadi memerlukan terapi yang sangat berbeda satu sama lain. Sehingga jika terapi yang diberikan tidak sesuai tidak akan memberikan manfaat bagi pasien, bahkan penyakit akan terus berkembang.